HUJAN TIADA HENTI SEJAK 20 NOVEMBER, SMPN 2 MATANGKULI TERGENANG BANJIR DAN HENTIKAN KBM

Matangkuli – Curah hujan tinggi yang tidak berhenti sejak 20 November 2025 menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Matangkuli dilanda banjir. Kondisi ini mencapai puncaknya pada 26 November 2025, ketika air mulai memasuki kawasan SMP Negeri 2 Matangkuli dan menggenangi seluruh halaman serta sebagian ruang kelas.

Genangan air yang berkisar antara 40–70 sentimeter membuat pihak sekolah terpaksa menghentikan seluruh kegiatan belajar mengajar (KBM) demi menjaga keselamatan siswa dan guru. Hingga hari ini, banjir masih belum sepenuhnya surut sehingga aktivitas sekolah belum dapat kembali dilaksanakan secara normal.

Kepala SMPN 2 Matangkuli, Asy'ari, S.Pd, menjelaskan bahwa kondisi banjir terus memburuk sejak lima hari terakhir. “Air mulai masuk ke area sekolah pada tanggal 26 November. Karena debit terus naik dan beberapa ruang kelas terendam, kami memutuskan menghentikan KBM sementara sampai kondisi benar-benar aman,” ungkapnya.

Pihak sekolah bersama warga sekitar telah berupaya melakukan penutupan saluran masuk air dengan karung pasir serta mengamankan peralatan belajar agar tidak rusak. Namun derasnya intensitas hujan membuat genangan semakin meluas.

Selain mengganggu kegiatan pendidikan, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas seperti halaman sekolah, area parkir, dan beberapa ruang kelas yang terdampak lumpur. Petugas kebersihan dan guru bergotong-royong melakukan penanganan awal sambil menunggu air benar-benar surut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih memantau kondisi cuaca dan berkomunikasi dengan orang tua siswa terkait rencana penyesuaian jadwal belajar apabila banjir berlangsung lebih lama. Sekolah berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk memperbaiki sistem drainase dan mempercepat penanganan dampak banjir di lingkungan sekolah.